21 Mei 2009

batas 2 dunia


di tempat ini kita menantang laut dalam bisu...

duduk berpangku tanya yg berlarian dalam selaput kesadaran

duduk menanti tuk tersapa ombak yg slalu menderu

mengejar sunyi malam2 itu

namun jangan kan ombak yg datang menghampiri...

buih laut pun seakan enggan tuk tersentuh gundah yg bersemayam dalam diri kita

disini kita merenung pertanyakan arti hidup,

dan pertemuan kita yg tlah hadirkan

begitu banyak nuansa cinta dan luka...

di selingi gurauan ketawa getir dalam yg enggan terdengar

meracau.. mengutuuk.. menantang.. namun tetap tak ada ahir yg pasti

hingga langit jatuh kan butir2 hujan yg seakan tlah mengikuti

hingga di batas dunia ini..

memaksa kita tuk seret langkah gontai

memberi arah kemana kita harus pulang

kembali ke pangkuan kenyataan yg begitu menusuk alam sadar...

kau tau...??

ku hanya diam terpaku saat menatap mu terlelap di pangkuanku

seolah kau blum pernah tertidur lelap tuk ribuan malam...

menatapmu di iringi deras nya hujan yg iringi perjalanan kita

kembali menuju dunia nyata kita....

keindahan saat wajah ayu terlelap tuk coba lepas penat sesaat dalam dunia mimpi

seolah berharap tuk hilang semua takut yg kan menjadi nyata

saat kita pijakkan kaki ini di dunia nyata kita bersama...

wajah damai itu kan selalu terkenang... tersimpan dalam memori cerita cinta dua dunia kita

selalu ada dan kan tetap ada...

karena ku tau engkau ada.....

1 komentar:

  1. mungkin ombak pahami dan kenali
    tak sedikitpun mereka mau menyambutku
    karena bukan aku yang mereka nanti
    bukan aku yang mereka harapkan
    tuk kau bawa ke pangkuan mereka
    orang yang berbeda..cinta yang berbeda..
    itulah mengapa buih pun menghilang
    tapi tak mengapa..
    dalam pelukmu ku temukan kedamaian
    tlah lama mata ini tak dapat terpejam
    dan jiwa ini tak bisa lepas lelah
    hanya dalam pelukmu jiwa ini temukan damai
    meski hujan iringi mimpi-mimpiku
    namun pelukmu yakinkanku semua kan baik-baik saja
    Tak juga kan ku lupa damai yang tlah kau berikan
    Meski kini nyata tlah menamparku lagi
    namun yakinlah aku kan slalu ada..
    berharap mampu jadi lentera bagimu..

    BalasHapus