di tempat ini kita menantang laut dalam bisu...
duduk berpangku tanya yg berlarian dalam selaput kesadaran
duduk menanti tuk tersapa ombak yg slalu menderu
mengejar sunyi malam2 itu
namun jangan kan ombak yg datang menghampiri...
buih laut pun seakan enggan tuk tersentuh gundah yg bersemayam dalam diri kita
disini kita merenung pertanyakan arti hidup,
dan pertemuan kita yg tlah hadirkan
begitu banyak nuansa cinta dan luka...
di selingi gurauan ketawa getir dalam yg enggan terdengar
meracau.. mengutuuk.. menantang.. namun tetap tak ada ahir yg pasti
hingga langit jatuh kan butir2 hujan yg seakan tlah mengikuti
hingga di batas dunia ini..
memaksa kita tuk seret langkah gontai
memberi arah kemana kita harus pulang
kembali ke pangkuan kenyataan yg begitu menusuk alam sadar...
kau tau...??
ku hanya diam terpaku saat menatap mu terlelap di pangkuanku
seolah kau blum pernah tertidur lelap tuk ribuan malam...
menatapmu di iringi deras nya hujan yg iringi perjalanan kita
kembali menuju dunia nyata kita....
keindahan saat wajah ayu terlelap tuk coba lepas penat sesaat dalam dunia mimpi
seolah berharap tuk hilang semua takut yg kan menjadi nyata
saat kita pijakkan kaki ini di dunia nyata kita bersama...
wajah damai itu kan selalu terkenang... tersimpan dalam memori cerita cinta dua dunia kita
selalu ada dan kan tetap ada...
karena ku tau engkau ada.....


mungkin ombak pahami dan kenali
BalasHapustak sedikitpun mereka mau menyambutku
karena bukan aku yang mereka nanti
bukan aku yang mereka harapkan
tuk kau bawa ke pangkuan mereka
orang yang berbeda..cinta yang berbeda..
itulah mengapa buih pun menghilang
tapi tak mengapa..
dalam pelukmu ku temukan kedamaian
tlah lama mata ini tak dapat terpejam
dan jiwa ini tak bisa lepas lelah
hanya dalam pelukmu jiwa ini temukan damai
meski hujan iringi mimpi-mimpiku
namun pelukmu yakinkanku semua kan baik-baik saja
Tak juga kan ku lupa damai yang tlah kau berikan
Meski kini nyata tlah menamparku lagi
namun yakinlah aku kan slalu ada..
berharap mampu jadi lentera bagimu..