26 Mei 2009
dalam malam penuh tanya
kita terkadang hanya mencoba membuat rencana dalam hidup kita, mencoba menhindari kesalahan dalam melangkah. seakan tak pernaj mau untuk terluka, hingga membuat kita lupa saat kita sibuk membuat rencana untuk hidup kita, kita melupakan satu hal yang penting...
"hidup terus berjalan tanpa kita sadari, berlari meninggalkan kita dan saat kau sadari semuanya, kita telah tertinggal jauh oleh kecepatan hidup"
terkadang kita sibuk tuk menjadi yang terbaik bagi orang yang kita sayangi, berusaha sekuat tenaga untuk memberi yang terbaik hingga tanpa kita sadari kita telah bohongi diri kita sendiri. menutup semua mata, hati, dan pikiran kita tuk menjadi yang terbaik bagi diri kita sendiri lebih dulu.
mungkin karena kita terlalu takut untuk jujur pada diri kita sendiri dan terlalu pengecut tuk kehilangan sesuatu yang begitu sangat berharga bagi kita....
dimana kah diri kita ???
saat kebenaran, keyakinan yang kita percayai berubah menjadi buram ???
di saat diri kita berubah menjadi subjek minoritas dalam hidup kita sendiri ???
akan kah ahir nyakita menyerah??? membiarkan diri kita jalani hidup dab nikmati semua yang terjadi dalam hidup, tanpa harus selalu kita rencanakan terlebih dahulu ??
kesempatan akan datang saat " waktu bersatu dengan keberuntungan dan perjuangan"
21 Mei 2009
batas 2 dunia
di tempat ini kita menantang laut dalam bisu...
duduk berpangku tanya yg berlarian dalam selaput kesadaran
duduk menanti tuk tersapa ombak yg slalu menderu
mengejar sunyi malam2 itu
namun jangan kan ombak yg datang menghampiri...
buih laut pun seakan enggan tuk tersentuh gundah yg bersemayam dalam diri kita
disini kita merenung pertanyakan arti hidup,
dan pertemuan kita yg tlah hadirkan
begitu banyak nuansa cinta dan luka...
di selingi gurauan ketawa getir dalam yg enggan terdengar
meracau.. mengutuuk.. menantang.. namun tetap tak ada ahir yg pasti
hingga langit jatuh kan butir2 hujan yg seakan tlah mengikuti
hingga di batas dunia ini..
memaksa kita tuk seret langkah gontai
memberi arah kemana kita harus pulang
kembali ke pangkuan kenyataan yg begitu menusuk alam sadar...
kau tau...??
ku hanya diam terpaku saat menatap mu terlelap di pangkuanku
seolah kau blum pernah tertidur lelap tuk ribuan malam...
menatapmu di iringi deras nya hujan yg iringi perjalanan kita
kembali menuju dunia nyata kita....
keindahan saat wajah ayu terlelap tuk coba lepas penat sesaat dalam dunia mimpi
seolah berharap tuk hilang semua takut yg kan menjadi nyata
saat kita pijakkan kaki ini di dunia nyata kita bersama...
wajah damai itu kan selalu terkenang... tersimpan dalam memori cerita cinta dua dunia kita
selalu ada dan kan tetap ada...
karena ku tau engkau ada.....
20 Mei 2009
Ketiadaan dalam keterbatasan

mungkin binar yg terpijar hanya menjadi pelita kecil
dalam malam-malam senyap mu, bersinar temaram
tak dapat sinari seluruh ruang dalam hatimu
ku akui binar ini terkadang meredup seolah kan padam
saat kenyataan menghantam batas kesadaran
yg terkadang ingin ku abaikan....
namun tetap tak dapat ku sampingkan nyata itu
ku selalu mencoba hadirkan semua dalam nyata
bukan hanya dalam kata ataupun di dunia imagi kita...
ku tau ku tak dapat miliki dirimu utuh.. karena tangan sang waktu
begitu kuat menahan batas dua dunia kita....
tak dapat ku rengkuh kau kedalam dunia ku
begitu pun sebaliknya
meski terkadang terjadi, namun hanya mampu ku hentikan waktu sekejap
tuk nikmati nuansa indah yg tercipta
saat dimana semua topeng kepalsuan dan kemunafikan
tersimpan jauh kedalam impian yg ingin jadi nyata
tak pernah ku coba tampilkan dusta dalam muka ini
semua yg terlihat memang jujur adanya
dapat kah kenyataan kita tampar keras ??
dan lempar melambung jauhi batas dunia kita ??
dunia yg di batasi oleh embun yg t'lah begitu satukan dua harap yang telat terucap ??
tak berani ku banyak berucap karena takdir itu telah begitu lama tertulis, dan sungguh sulit tuk rubah itu semua....
namun semua rasa itu sungguh nyata dan tak ada dusta....
kuharap pijarku cukup tuk terangi derap langkahmu dalam lewati dunia yg tlah satukan kita bersama....

