10 Oktober 2009


Ribuan detik kuhabisi Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka

Adakah dunia mengerti?

Miliaran panah jarak kita Tak jua tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara
Tahanlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga menantiku

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk ku bicara
Jangan berjalan, Waktu

Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada menantiku

Mundurlah, wahai Waktu Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan

Yang harusnya tiba tepat waktunya

Dan rasa cinta yang s'lalu membara

Untuk dia yang terjaga
Menantiku

Dewi Lestari - Selamat Ulang Tahun

Bukit, Hujan, Kabut


Ada waktu yg terlewati..
Ada janji yg terucap…

Ada luka yg tertoreh dalam hati…

Semoga semua kenangan kan tetap terkenang slamanya.

Kusadari tak lagi perlu satu janji Ataupun kata-kata indah …
Kan kucoba buktikan satu nyata itu..

Meski kusadari sulit

Tuk gapai dirimu kembali…


Dsini ku melayang sendiri..

Mengembara ke atas bukit hijau itu

Mengenang semua yg telah terjadi di antara kita

Semua tangis dan tawa yg tercipta

Saat kita lompati hari yg begitu angkuh berlari


Bukit, hujan, embun sejuk..

Kunikmati semua rindu ku kini di antara lembah hijau itu
Diantara rintik hujan yang perlahan jatuh

Dan embun pagi di pelipis perih..

Happy B-day



Titian hari tlah banyak kau lalui..

Meski kini kurasa kau menjauh..

Mencoba membentangkan jarak

namun semua tak dapat kulupakan

setaun sudah kau lewati dunia

dengan semua derai air mata dan tawa yg ada

mencoba tegar tuk berdiri….

Hanya dapat ku ucap slamat ulang taun

Dalam batas yg trasa mengambang namun menghalang..

Semoga kan ada hari lain yg kan terlalui

Ada cerita lain yang kan membuat mu senyum dan tertawa

Seperti senyum cerah yg slalu kulihat..

Semoga kau raih bahagiamu…

Penebusan atas pembebasan jiwa yg mati suri dalam hatimu..

Happy bday…

surayang…


Thx For Dee...for making such a wonderfull Story... It's absolutely US...

06 Oktober 2009

The Morning After - Floating Away

this will all make sense someday
turn around
in my sleep i would see
just floating away, just floating away
and i tried to find a way to explain
and i heard you from a place far away
just floating away, just floating away

Floating away... tak dapat kujejak kan kaki ini... melayang tak bertumpuk...
sesak ... hampa... seperti tak bernyawa....

05 Oktober 2009

kenapa air mata itu hadir kembali..

tangis yg tlah kuharamkan kini melepuh kembali...
tak pernah kuduga tangis ini kan kembali menyapa
begitu perih .. begitu menyayat...
menangis dalam bisu...
saat air mata membasuh

kerinduan yg kini tak lg bermuara..
penyesalan yg kini menyapa..
dalam kebodohan ruang yg hampa...

perlahan ku kehilangan diri nya...
tak ada kata....

tak ada lg senyum secerah bulan di malam ini...
seperti senyum nya yg slalu bersinar...
malam tak lg hadirkan kedamaian yg sama...

Hilang perlahan

ada yang tertinggal saat ku beranjak pergi menuju kota sana..
ada hampa yg menganga di dalam rongga dada...
ada duka yg mengiringi laju ku kesana..
dalam rintik yang makin menderu
separuh jiwa ku telah hilang...

kehilangan ini sungguh menyesakan..
hanya dapat menunduk bisu dalam isak tangis
dengan pandangan nanar orang sekitar...

jiwa ku telah hilang...
pegangan ku telah jauh tenggelam ke dunia yg tak dapat ku gengam...

26 Mei 2009

dalam malam penuh tanya

kehidupan terkadang selalu tentang kebenaran dan kebohongan. dimana terkadang kebenaran yang kau yakini itu menjadi buram. dan kita telah menjadi bagian dari kebohongan itu.

kita terkadang hanya mencoba membuat rencana dalam hidup kita, mencoba menhindari kesalahan dalam melangkah. seakan tak pernaj mau untuk terluka, hingga membuat kita lupa saat kita sibuk membuat rencana untuk hidup kita, kita melupakan satu hal yang penting...

"hidup terus berjalan tanpa kita sadari, berlari meninggalkan kita dan saat kau sadari semuanya, kita telah tertinggal jauh oleh kecepatan hidup"

terkadang kita sibuk tuk menjadi yang terbaik bagi orang yang kita sayangi, berusaha sekuat tenaga untuk memberi yang terbaik hingga tanpa kita sadari kita telah bohongi diri kita sendiri. menutup semua mata, hati, dan pikiran kita tuk menjadi yang terbaik bagi diri kita sendiri lebih dulu.

mungkin karena kita terlalu takut untuk jujur pada diri kita sendiri dan terlalu pengecut tuk kehilangan sesuatu yang begitu sangat berharga bagi kita....

dimana kah diri kita ???
saat kebenaran, keyakinan yang kita percayai berubah menjadi buram ???
di saat diri kita berubah menjadi subjek minoritas dalam hidup kita sendiri ???

akan kah ahir nyakita menyerah??? membiarkan diri kita jalani hidup dab nikmati semua yang terjadi dalam hidup, tanpa harus selalu kita rencanakan terlebih dahulu ??

kesempatan akan datang saat " waktu bersatu dengan keberuntungan dan perjuangan"